Logo Kabupaten Halmahera Utara Vektor / CorelDraw (CDR) - RyGraphic Download Vektor Logo Corel Terlengkap dan Jasa Desain Murah

Terbaru

Minggu, 05 Maret 2017

Logo Kabupaten Halmahera Utara Vektor / CorelDraw (CDR)

Dwonload Logo Kabupaten Halmahera Utara Vector / CorelDraw (CDR)

Logo Kabupaten Halmahera Utara
Logo Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Utara adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku UtaraIndonesia.
Jenis tanaman pangan yang cocok untuk dikembangkan di daerah dengan struktur tanah yang ada, diantaranya tanaman pisang, padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi tanah serta beberapa jenis buah-buahan, misalnya jeruk, langsat, rambutan, mangga dan durian.
Dengan menggunggulkan jenis tanaman pangan, yaitu pisang, ubi kayu dan jagung, petani di daerah ini telah memanfaatkan lahan pertanian seluas 27.058 ha yang sudah diolah dari ketersediaan lahan seluas 130.035 ha lahan pertanian, sisanya seluas 103.247 ha tercatat sebagai lahan yang belum diolah.
Sampai dengan tahun 2004 perkembangan penglolahan sektor pertanian dilihat dari kelompok komoditi adalah:
  • Tanaman palawija mencapai luas panen 614 ha dengan produksi sebesar 2.149 ton
  • Tanaman padi ladang mencapai luas panen 213 ha dengan produksi sebesar 256 ton
  • Tanaman jagung mencapai luas panen 129 ha dengan produksi sebesar 323 ton
  • Tanaman ubi kayu mencapai luas panen 715 ha dengan produksi sebesar 8.580 ton
  • Tanaman ubi alar mencapai luas panen 673 ha dengan produksi sebesar 5.294 ton
Program Pengembangan Potensi Pertanian antara lain:
  • Padi sawah
  • Kacang tanah
  • Kedelai
  • Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian
  • Pembangunan Unit Balai Benih Utama
  • Pengembangan jagung
  • Pengembangan hortikultura
Pada sub sektor perkebunan juga terdapat beberapa jenis tanaman yang menjadi unggulan, yaitu:
  • Kelapa, luas areal 55.435 ha dengan produksi sebesar 66.198,6 ton
  • Cengkeh, luas areal 3.179,5 ha dengan produksi sebesar 320,71 ton
  • Kakao, luas areal 6.368 ha dengan produksi sebesar 3.009,8 ton
  • Pala, luas areal 2.449,5 ha dengan produksi sebesar 980,4 ton
  • Kopi, luas areal 459 ha dengan produksi sebesar 105,2 ton
Pada sub sektor peternakan beberapa jenis hewan ternak sangat cocok dikembangkan, yaitu ternak kambing unggul dan lokal, sapi bibit dan potong, ayam potong (broiller), ayam petelur (layer) serta babi. Terdapat juga ternak bantuan pemerintah yang telah dikembangbiakkan, diantaranya sapi bali bibit dan ayam buras.
Luas areal hutan ± 536.600 ha, terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain:
  • Hutan lindung: ± 145.500 ha
  • Hutan produksi: ± 26.250 ha
  • Hutan tanaman industri: ± 1.500 ha
Sumber daya pertambangan yang potensial di Kabupaten Halmahera Utara sebagian besar telah teridentifikasi lokasi keberadaannya melalui penyelidikan dan eksplorasi secara bertahap yang dilakukan oleh para investor.
Untuk bahan galian yang termasuk klasifikasi golongan B, pertambangan emas misalnya, investor PT. Nusa Halmahera Minerals mendapat izin eksploitasi (kontrak karya) pertambangan emas di wilayah Halmahera Utara (Kecamatan Kao), disamping itu pemerintah memberikan kesempatan kepada penduduk melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dengan model pertambangan skala kecil yang dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Selain tambang emas di Kecamatan Kao terdapat juga pertambangan emas di Kecamatan Loloda (Desa Dotia). Disamping itu Kecamatan Morotai memiliki potensi sumber daya energi yang diperkirakan sebesar 0,0072 juta barel dan energi gas bumi sebesar 0,018 Tscf, juga terdapat sumber daya energi panas bumi di Kecamatan Galela (Desa Mamuya). Sedangkan di Kecamatan Malifut (Desa Malapa) terindikasi mengandung bijih Nikel.
Disamping itu juga terdapat pertambangan yang termasuk klasifikasi bahan galian golongan B, seperti Mangan di Kecamatan Morotai Selatan, Desa Posi-Posi Rao dan Kecamatan Loloda Utara (Pulau Doi, di desa cera, desa dama, desa salube dan desa dowonggila).
Di Pulau Doi juga terdapat Pasir Besi/Titan dan Tembaga.
Bahan galian golongan C seperti belerang, batuan andesit, batu gamping dan kaolin/tras tersebar di beberapa wilayah di Halmehera Utara, seperti di Kecamatan Galela, Morotai Utara dan Morotai Selatan.
Berdasarkan hasil Penelitian Balai Penelitian Perikanan Laut (1983) potensi sumber daya ikan (standing stock) yang terdapat di perairan Halmahera Utara diperkirakan mencapai 644.382,48 ton dengan jumlah potensi lestari yang dapat dimanfaatkan (Maximum Sustainable Yield, MSY) sebesar 347.191,24 ton/tahun, untuk ikan pelagis sebesar 211.590 ton/tahun dan ikan demersal 135.005,24 ton/tahun. Data empiris tersebut menunjukkan bahwa potensi sumber daya perairan laut Halmahera Utara cukup besar dan mempunyai prospek cerah, jika dimanfaatkan dan dikelola secara efisien dan berkelanjutan.
Perikanan tangkap merupakan salah satu kegiatan ekonomi andalan dan akan menjadi salah satu prime mover karena kontribusinya cukup besar bagi perikanan pengolahan. Sampai dengan tahun 2002 kontribusi produksi perikanan tangkap sebesar 98.782,21 ton atau 66,36% dengan nilai produksi sebesar Rp. 475.209,332 atau 62,54% dari total produksi secara keseluruhan.
Kegiatan perikanan tangkap menghasilkan berbagai jenis hasil tangkapan, berupa ikan konsumsi bernilai ekonomis tinggi di antaranya ikan pelagis besar seperti cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna (Thunnus spp.), tongkol (Euthynnus spp.) dan jenis-jenis iklan pelagis kecil seperti kembung (Rastrelliger), layang (Decapterus), tembang (Sardinella), selar (Selaroides) dan beberapa jenis iklan pelagis ekonomis lainnya yang ditangkap oleh masyarakat nelayan di sekitar perairan pantai. Beberapa jenis ikan demersal yang diusahakan oleh masyarakat nelayan dan pengusaha perikanan antara lain kerapu (Ephinephelus spp.), lolosi (Caesio spp.), beronang (Siganus spp.), kakatua (Scars spp.), kakap (Lates spp.) serta jenis-jenis lainnya yang belum dikomersilkan dan masih terbatas pada konsumsi masyarakat.
Selain jenis-jenis sumberdaya ikan, beberapa jenis sumberdaya bernilai ekonomis tinggi dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, seperti jenis-jenis krustaseateripang telur (Holothuroidea), moluska dan rumput laut.
Adapun peralatan penangkapan ikan yang digunakan oleh sebagian besar nelayan di wilayah Halmahera Utara bersifat tradisional, seperti jaring dan alat penangkapan lainnya, dilengkapi dengan sarana penangkapan seperti perahu/kapal motor.
Luasnya kawasan pesisir dan laut dengan kualitas perairan memungkinkan untuk pengembangan budidaya laut, terutama kerapu, lobster, rumput laut dan mutiara. Tipe pantai yang landai pada beberapa kawasan dan tersedianya suplai air tawar yang berkualitas merupakan salah satu kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya air payau. Bahkan beberapa kawasan memiliki sumber air tawar yang berkualitas menjadi alternatif bagi pengembangan budidaya air tawar (kolam).
Sampai saat ini optimalisasi dan produktivitas perikanan budidaya di Kabupaten Halamahera Utara masih rendah. Hingga tahun 2002 luas areal budidaya laut, payau dan kolam baru mencapai 128.110 ha. Dari luas tersebut telah dicapai produksi sebesar 46.550 ton atau 0,03% dengan nilai sebesar Rp. 53.706.500 atau 7,07% dari total volume dan nilai produksi.
Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara mendiami kawasan pesisir dan bergantung pada ekosistem tersebut sebagai sumber kehidupan sosial ekonomi. Bentuk-bentuk aktivitas mereka di antaranya menangkap ikan dan biota laut lainnya, pedagang kecil, petani kebun, penambang karang serta penebang pohon bakau.
Selain kawasan pesisir, wilayah Kabupaten Halmahera Utara memiliki pulau-pulau kecil yang berkarakteristik spesifik, terisolasi dan mempunyai lingkungan yang khusus dengan proporsi spesies endemik yang tinggi serta karakteristik sosial ekonomi dan sosial budaya yang spesifik pula. Sebagian besar pulau-pulau kecil di Kabupaten Halmahera Utara bertipe vulkanik dan pulau karang, tipe pulau ini dapat terlihat di sekitar Pulau Morotai dan beberapa pulau-pulau kecil lainnya.
Eksosistem alami yang terdapat di kedua kawasan yang ada di Kabupaten Halmahera Utara antara lain terumbu karanghutan mangrovepadang lamun, pantai berpasir, pantai berbatu, formasi pes-capraeestuarialaguna dan delta. Sedangkan ekosistem buatan antara lain kawasan pariwisata, pelabuhan dan pusat-pusat pendaratan ikan, areal budidaya dan kawasan pemukiman masyarakat.
Di wilayah kabupaten Halmahera Utara dapat ditemui berbagai objek unik dan spesifik yang sangat berpotensi guna dikelola dan dikembangkan menjadi objek wisata.
Panorama pesisir pantai yang berpasir putih, pesona taman laut, hamparan pulau-pulau, keanekaragaman hayati dan masih banyak lagi keindahan alam yang belum tereksplorasi.
Wilayah Kao dan Morotai merupakan zona nostalgia perang dunia kedua di mana kedua tempat ini memiliki peran strategis pada saat itu. Beberapa artefak sisa perang dunia kedua, seperti meriam artileri, bangkai kapal perang, kendaraan ampibi, landas pacu serta bunker perlindungan masih dapat ditemukan di kedua wilayah ini. Bahkan salah satu pulau di wilayah morotai yakni pulau zum-zum pernah dijadikan Markas sekaligus tempat peristirahatan oleh jendral besar Mac arthur, salah seorang pemimpin tentara sekutu di wilayah pasifik pada saat itu.
Sementara itu di bidang seni dan budaya terdapat jenis-jenis tarian, jenis kerajinan tangan, musik tradisional, bahasa yang berbeda serta adanya akar budaya adat Hibua Lamo. Beberapa diantaranya sudah hampir punah. Salah satu yang cukup menarik adalah komunitas suku Togutil yang sebagian masih mendiami wilayah hutan Halmahera, komunitas ini diyakini merupakan turunan dari serdadu Portugis yang melarikan diri ke dalam hutan pada masa perang kolonial.
Dengan pengelolaan yang optimal, potensi pariwisata di Kabupaten Halmahera Utara dapat menjadi salah satu komoditas unggulan dan memungkinkan wilayah ini untuk menjadi daerah tujuan wisata baru yang tidak kalah menariknya dibanding daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.
  • Tarian Cakalele, Tide-tide, Togal, Gala dan lain-lain
  • Musik tradisional: Musik Bambu, Jangere dan lain-lain
  • Upacara Adat Hibua Lamo
  • Keseharian masyarakat tradisional agraris maritim
  • Suku Togutil
  • Bangkai Meriam: Galela
  • Panser: Morotai Selatan
  • Meriam dan Bangkai Kapal PD II: Kao
  • Bangkai Kapal Tosimaru: Malifut
  • Bandara "The Seven Strips": Morotai
  • Bangkai Kapal Amfibi: Morotai
  • Bunker Jepang dan Amerika: Kao, Pulau Bobale dan Morotai
  • Pantai Ruko - Kokota Jaya
  • Air Terjun Jembatan Alam - Ruko Kokota Jaya
  • Air Terjun Kokoguru - Ruko Kokota Jaya
  • Air Terjun Kontener - Ruko Kokota Jaya
  • Pantai Luari: Tobelo
  • Panorama Laut Tupu-tupu: Tobelo
  • Taman Laut Tagalaya: Tobelo
  • Pulau Zum-zum: Morotai Selatan
  • Pantai Dodola: Morotai Selatan
  • Pulau Bobale: Kao
  • Pantai Malifut: Malifut
  • Pantai Panamboang: Loloda
  • Gunung Dukono: Tobelo
  • Danau Galela: Galela
  • Sumber Air Panas: Tobelo
  • Gua: Galela
  • Pulau Doi: Galela
  • Pulau Kahatola: Morotai Selatan
  • Air Terjun Barangka Dolong: Loloda
  • Pantai Kita : DI Kao
  • Pulau 16 : Di Kao
Download Logo Kabupaten Halmahera Utara Vector, Terima kasih telah mengunjungi webiste sederhana kami. website penyedia berbagai macam Logo Vector yang dapat anda gunakan didalam CorelDraw dan lain sebagainya. keberadaan sebuah logo biasanya melambangkan sebagai ciri khas dari suatu lembaga atau sebuah instansi baik swasta maupun negeri maupun sebuah tim olahraga. dengan disediakan logo berformat CDR Vector dan PNG ini. kami berharap mempermudah untuk segala keperluan desain anda.
DOWNLOAD :
Logo ini di desain Ulang Oleh Ari Kurniawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar